<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>maulanakarmin</title>
	<atom:link href="http://maulanakarmin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maulanakarmin.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 03:54:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='maulanakarmin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>maulanakarmin</title>
		<link>http://maulanakarmin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://maulanakarmin.wordpress.com/osd.xml" title="maulanakarmin" />
	<atom:link rel='hub' href='http://maulanakarmin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Duel Peradaban Kini: Timur Unggul?*</title>
		<link>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/02/01/eropa-adalah/</link>
		<comments>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/02/01/eropa-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 03:51:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maulana Ainul Asry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/02/01/eropa-adalah/</guid>
		<description><![CDATA[“Eropa adalah masa lalu, dan Asia adalah masa depan”. Ucapan yang keluar dari mulut presenter Helmy Yahya dalam sebuah acara di salah satu televisi nasional pada 16 Oktober 2011 malam kemarin, menyulut benak penulis untuk mengurainya. Terlebih ketika bersinggungan dengan materi perkuliahan yang masih menghangat dalam benak penulis. Kalimat kutipan di atas, tak lain merujuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=46&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Eropa adalah masa lalu, dan Asia adalah masa depan”</em>.</p>
<p>Ucapan yang keluar dari mulut presenter Helmy Yahya dalam sebuah acara di salah satu televisi nasional pada 16 Oktober 2011 malam kemarin, menyulut benak penulis untuk mengurainya. Terlebih ketika bersinggungan dengan materi perkuliahan yang masih menghangat dalam benak penulis.</p>
<p>Kalimat kutipan di atas, tak lain merujuk kepada kejayaan peradaban masing-masing benua. Kejayaan Eropa sekaligus Amerika diramalkan tak lama lagi akan terbenam. Sebaliknya Asia, dikatakan sedang bersiap menatap masa depan cerah.</p>
<p>Hingar-bingar pertarungan antar peradaban dunia, dalam sejarahnya memang selalu menarik untuk disimak. Filosof muslim sekaliber Ibnu Khaldun sendiri dalam konsepsi daur ulang sejarahnya, mengemukakan 4 sirkulasi masa sebuah peradaban. Dari mulai generasi pendiri, pembangun, penikmat, hingga penghancur. Bagi Khaldun, 4 fase ini selalu berulang-ulang terjadi, layaknya filosofi roda kehidupan: kadang di atas, kadang di bawah.</p>
<p>Yang menarik dan menjadi <em>concern</em> tulisan ini yaitu tetap pada kalimat pertama di atas. Berkaitan dengan itu, ideologi politik yang juga bersemayam dalam sebuah cakupan wilayah menyatu dengan “identitas” sebuah peradaban.</p>
<p>Daniel Bell (1960), dalam <em>The End of Ideology</em> seolah membuka “gerbang” perdebatan seputar ideologi politik kontemporer. Dalam bukunya itu, Bell mengatakan bahwa dengan adanya konsensus di Barat, yang isinya menerima konsep <em>welfare state</em> dan pluralisme politik, maka riwayat ideologi politik pun sudah tamat. Artinya tidak lagi ada <em>big ideas</em> (liberal vs komunis) bertentangan.</p>
<p>Selanjutnya Fukuyama (1992), salah seorang Amerika keturunan Jepang menambah seru perdebatan ini. Fukuyama, mencoba menyelam lebih jauh lagi lewat bukunya <em>The End of History.</em> Sedikit berbeda dengan Bell, pendapatnya lebih ekstrem. Menurutnya, bukan hanya ideologi yang tamat, namun sejarah pun telah berakhir. Ini dengan alasan runtuhnya ideologi komunis, dan dipakainya ideologi demokrasi liberal di hampir seluruh negara di dunia. Dengan logika itu, ia menambahkan, maka Amerika otomatis keluar sebagai pemenang perdebatan ideologi secara faktual.</p>
<p>Akan tetapi tesis Fukuyama tidak diterima begitu saja. Banyak kritik yang meluncur deras ke Fukuyama. Para ilmuwan berpendapat, Fukuyama terlalu dini mengklaim kemenangan kubu Barat. Kecuali itu, ia juga dianggap memiliki kepentingan melanggengkan ideologi negaranya. Ya, mengingat ia mempunyai jabatan di salah satu institusi pemerintahan Amerika, opini yang berkembang saat itu memang masuk akal.</p>
<p>Salah seorang tokoh yang terang-terangan “menggempur” Fukuyama ialah Samuel P. Huntington. Melalui bukunya yang berjudul  <em>Clash of the Civilization</em>, Huntington membantah bulat-bulat pendapat Fukuyama. Di satu sisi, bahwa sejak 1990 hampir semua negara di dunia mengklaim diri demokratis, yang berarti keunggulan Amerika dalam duel ideologi tadi, Huntington sepakat dengan Fukuyama. Namun di sisi lain, Huntington habis-habisan “menyikat” pria keturunan Jepang. Menurutnya, meski belakangan ideologi liberal selangkah lebih unggul, tapi tidak serta-merta pertentangan ideologi berakhir begitu saja, terlebih bila menyebut Amerika menjadi pemenang. Dalam pandangannya, masih ada gerakan kebangkitan Konfucius (Cina) dan formalisme Islam (Iran) yang mewaklili ideologi lain. Ini menandakan benturan antar peradaban masih akan terus bergejolak.</p>
<p>Bagi saya, jika menilik pada situasi kekinian, hipotesa yang dikeluarkan Huntington memang dapat diterima. Negara Cina, kita sama-sama ketahui terus digadang-gadang menjadi supremasi baru setelah Amerika. Untuk “kasus” ekonomi, dengan memiliki cadangan devisa yang mencapai hingga $1 triliun lebih, punya surplus simpanan bank terbesar di dunia (sekitar $180 miliar), dan sederet fakta lain, sudah cukup membuktikan kemapanan bangsa ber-ras kuning. Dalam hal militer, serangkaian uji coba armada baru dan pembuatan senjata yang juga baru, telah banyak ditorehkan. Bahkan pada Januari 2011 silam, Cina melakukan uji coba pesawat jet J-20 tepat dihadapan mata Robert Gates (Menhan AS) yang ketika itu sedang berkunjung.</p>
<p>Iran lain lagi. Negara yang “berdomisili” di Timteng ini, tak bisa dimungkiri sering membuat kuping AS panas. Apa lacur, proyek nuklir reinkarnasi bangsa Persia ini selalu membuat Barat merasa terancam. Tak cuma itu, di saat tetangga-tetangganya banyak yang “menghamba” kepada Amerika, Iran tetap ogah bertekuk lutut.</p>
<p>Melalui 2 fakta kondisi negara di atas, kita patut memberi apresiasi atas kebangkitan mereka. Terlebih keduanya masih berada dalam satu benua: Asia. Namun, apalah arti apresiasi bila di tanah sendiri tak merasakan.</p>
<p>Merujuk pada teori Khaldun, mari bersama mewujudkan kebangkitan peradaban Timur di tengah-tengah generasi penghancur bangsa kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*Dimuat di &#8216;Tanpa Nama&#8217;, buletin mingguan mahasiswa Akidah Filsafat, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada November 2011.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanakarmin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanakarmin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanakarmin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanakarmin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulanakarmin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulanakarmin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulanakarmin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulanakarmin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanakarmin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanakarmin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanakarmin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanakarmin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanakarmin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanakarmin.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=46&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/02/01/eropa-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/699d9fcbbe165b272f93fa3911ef9fae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">molanakarmin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demokrasi Setengah Hati</title>
		<link>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/02/01/demokrasi-setengah-hati/</link>
		<comments>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/02/01/demokrasi-setengah-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 03:41:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maulana Ainul Asry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/02/01/demokrasi-setengah-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Demokrasi di Indonesia, setidaknya mulai hangat dibicarakan-dan mencapai klimaksnya-pada pekik reformasi Mei 1998. Kejadian itu ditandai dengan tumbangnya rezim otoriter sebelumnya: Orde Baru. Rakyat gembira ria, mahasiswa yang berduyun-duyun turun ke jalan, menjadi kalangan yang paling puas dengan suksesnya kerja keras mereka. Semua rela tunggang-langgang demi terciptanya sistem pemerintahan bernama demokrasi. Suatu sistem terbaik di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=45&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Demokrasi di Indonesia, setidaknya mulai hangat dibicarakan-dan mencapai klimaksnya-pada pekik reformasi Mei 1998. Kejadian itu ditandai dengan tumbangnya rezim otoriter sebelumnya: Orde Baru. Rakyat gembira ria, mahasiswa yang berduyun-duyun turun ke jalan, menjadi kalangan yang paling puas dengan suksesnya kerja keras mereka. Semua rela tunggang-langgang demi terciptanya sistem pemerintahan bernama demokrasi. Suatu sistem terbaik di antara yang terburuk (<em>the best among the worst</em>).</p>
<p>Betapa tidak, sistem ini menjanjikan kebebasan berpendapat, berkedaulatan rakyat, dan memberi kesempatan bagi siapa saja untuk tampil sebagai pemimpin, dengan catatan: sepanjang sesuai prosedur. Tak habis sampai disitu, demokrasi erat kaitannya dengan toleransi. Keberagaman atau pluralitas, dijunjung tinggi dan bersemai dalam demokrasi. Kontras dengan sistem lain seperti monarki, oligarki, dan sebagainya.</p>
<p>Di Indonesia, seperti dikatakan Prof. Dr. Mahfud MD dalam papernya yang bertajuk “Menuju Konsolidasi Demokrasi Indonesia” pada kuliah umum di FISIP UIN Jakarta Mei 2011 lalu, keberhasilan demokrasi baru sebatas prosedural. Artinya, kebebasan pers telah bersemi, semua orang bebas berserikat, pemilu langsung dengan segala kekurangannya sudah beberapa kali berhasil dilaksanakan.</p>
<p>Tapi itu saja tak cukup mewakili makna demokrasi sesungguhnya. Sebab yang ironis, dibalik secuil keberhasilan itu ada segudang fenomena buruk yang mencoreng ”kata suci” demokrasi. Sampai sekarang korupsi masih merajalela, hukum seringkali berat sebelah, baku hantam antar kelompok tak jemu-jemu muncul di media, <em>gap</em> ekonomi antara elit politik dan rakyat begitu jauh, <em>money politics</em> menjadi “jurus” andalan calon politisi, dan yang sudah tak asing: pemilu yang sering menghasilkan pembohong-pembohong, atau yang disebut sang Ketua Mahkamah Konstitusi sebagai <em>demagog</em>.</p>
<p>Seperti sudah menjadi barang tentu di negeri ini, praktek umbar janji yang tidak ada realisasinya itu selalu “berhasil” ditelurkan Pemilihan Umum. Semasa kampanye, calon-calon pemegang kursi dengan semangatnya menjanjikan pendidikan gratis, pengobatan gratis, dan gratis-gratis lainnya. Tapi setelah duduk di kursi empuk, mereka lupa daratan. Hingga malah yang tadinya sibuk masuk ke desa-desa, setelah terpilih malah sibuk pergi ke luar negeri, atau yang teranyar: mengurusi gedung baru.</p>
<p>Di kalangan mahasiswa, praktek-praktek buram itu juga tak kalah sering terjadi. Janji-janji calon politisi kampus hanya bertahan pada sebutan “janji keling”. Praktek politik transaksional dalam pemiluraya pun kerapkali diupayakan demi meraup suara.</p>
<p>Jika begini, hingar-bingar reformasi serasa sia-sia. Senada dengan Pak Mahfud, pelaksanaan demokrasi terbukti belum menyentuh unsur substansial. Ditambah lagi, mahasiswa sebagai penerima tongkat estafet pemerintahan berikutnya malah “meneladani” tabiat buruk pemimpinnya.</p>
<p>Akan tetapi semboyan <em>if there is a will, there is a way</em> terus berlaku. Semua sikap tak baik itu harus segera ditumpas-tindas. Karena hakikat demokrasi seutuhnya: harus menyentuh denyut nadi rakyat.</p>
<p>Mahasiswa era reformasi berhasil memimpin terciptanya demokrasi. Dan ketika hakikat demokrasi tercoreng, maka mahasiswa masa kini harus sukses pula memimpin perbaikannya. Caranya sederhana: mulai dari diri sendiri, mulai dari kampus, untuk bumi Nusantara!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanakarmin.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanakarmin.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanakarmin.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanakarmin.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulanakarmin.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulanakarmin.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulanakarmin.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulanakarmin.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanakarmin.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanakarmin.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanakarmin.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanakarmin.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanakarmin.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanakarmin.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=45&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/02/01/demokrasi-setengah-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/699d9fcbbe165b272f93fa3911ef9fae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">molanakarmin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Filsafat Politik Aristoteles*</title>
		<link>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/02/01/filsafat-politik-aristoteles/</link>
		<comments>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/02/01/filsafat-politik-aristoteles/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 03:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maulana Ainul Asry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanakarmin.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Tentangnya Nama Aristoteles seperti sudah tak asing lagi di telinga anak manusia, khususnya bagi kalangan akademisi. Demikian agung namanya, hingga sampai sekarang nyaris tidak ada orangtua yang meniru. Saking cerdas ia, alam pemikirannya pun merambah ke berbagai disiplin ilmu. Namanya selalu menghiasi buku daras hampir setiap bidang/pelajaran. Sebut saja seperti biologi, fisika, musik, hukum, agama, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=11&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tentangnya</strong><br />
Nama Aristoteles seperti sudah tak asing lagi di telinga anak manusia, khususnya bagi kalangan akademisi. Demikian agung namanya, hingga sampai sekarang nyaris tidak ada orangtua yang meniru. Saking cerdas ia, alam pemikirannya pun merambah ke berbagai disiplin ilmu. Namanya selalu menghiasi buku daras hampir setiap bidang/pelajaran. Sebut saja seperti biologi, fisika, musik, hukum, agama, sosial, ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Bidang yang disebut terakhir menjadi kajian tulisan kali ini.</p>
<p>Aristoteles lahir ke dunia fana pada tahun 384 SM, di sebuah kota kecil di Yunani yang bernama Stagirus. Ayahnya bernama Nicomachus, seorang dokter Raja Amyntas III (Kerajaaan Macedonia). Hal ini yang kemudian berpengaruh pada perbedaan pemikirannya dengan sang guru: Plato. Pemikiran Plato diangggap sebagai pemikiran filsuf murni: mengawang-awang tak jelas (idealis-utopis). Namun Aristoteles “berselera” lain, ia lebih berdasarkan pada fakta-fakta yang nyata atau empiris (empiris-realis), layaknya seorang dokter.<br />
Ibarat Nabi, ia ditinggal sang ayah pada usia kanak-kanak (10 tahun). Kemudian diasuh oleh pamannya, Proxenus. Singkat cerita, berangkatlah ia ke Athena pada usia 17 tahun. Lebih tepatnya menuju sekolah Plato: Akademia. Dari sinilah perjalanan mencari ilmunya dimulai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pemikiran Politik</strong><br />
Politik, sejatinya sangat berkaitan dengan hal-hal kenegaraan. Ini berarti bahwa bila kita berbicara politik, tak bisa lepas dari pembicaraan mengenai negara. Aristoteles sendiri, melahirkan karya besar di bidang ketatanegaraan Karya-karya tersebut di antaranya berisi mengenai asal mula negara, bentuk-bentuk negara, dan hak milik.</p>
<p>Bagi Aristoteles, kemunculan sebuah negara tak terlepas dari watak politik manusia. Makhluk bernama manusia disebutnya sebagai <em>zoon politicon</em>, yaitu makhluk yang berpolitik. Atau yang paling sering terdengar: <em>human is an animal rational</em> (manusia adalah hewan yang berpikir). Oleh karena tabiat itu, maka pada negaralah manusia mempraktekkan watak politik tersebut.</p>
<p>Selain itu, negara juga lahir dikerenakan sifat sederhana manusia; saling membutuhkan. Sudah bukan “barang baru” lagi di telinga kita, bahwa manusia tak bisa hidup menyendiri. Ia diharuskan hidup bersama (<em>collective actions</em>) untuk memenuhi kebutuhan hidup.</p>
<p>Aristoteles beranggapan bahwa idealnya sebuah negara, tidak terlalu luas, tapi tidak pula terlalu kecil. Jika terlampau luas, dikhawatirkan akan sulit mengkordinir negara tersebut. Sedang bila terlalu kecil, suatu negara sulit mempertahankan diri, sehingga berakibat mudah dikuasai pihak asing.</p>
<p>Baginya, sebuah negara sangatlah mulia. Sebab tujuan dibentuknya negara adalah untuk mensejahterakan seluruh warga negara, bukan orang per orangan. Pada taraf ini ia sependapat dengan Plato yang mengutuk sikap individualistis. Dengan mensejahterakan masyarakat seluruhnya, Aristoteles berpendapat bahwa kesejahteraan individu dengan sendirinya terpenuhi.</p>
<p>Namun yang namanya target tetaplah target, ia tak dapat sepenuhnya tercapai. Ada negara yang berhasil, akan tetapi tak jarang pula yang gagal mencapai tujuannya. Negara yang baik adalah yang dapat mencapai tujuannya, sedangkan negara yang buruk adalah sebaliknya: yang tidak dapat mencapai tujuan. Kegagalan sebuah negara menurut Aristoteles, dapat disebabkan oleh bentuk negara itu sendiri.</p>
<p>Dan dalam menetapkan kriteria bentuk negara, Aristoteles melihat dari 2 aspek. Yang pertama, jumlah orang yang memegang sebuah negara. Sedangkan yang kedua, apa tujuan dibentuknya negara tersebut.</p>
<p>Berdasarkan pembagian sederhana itu, Aristoteles mengklasifikasikan negara ke dalam beberapa kategori. Monarki, apabila kekuasaan dipegang satu orang dan bertujuan menciptakan kesejahteraan bersama. Menurutnya inilah bentuk terbaik atau paling ideal. Tapi bentuk penyimpangannya adalah dapat berubah menjadi tirani, yaitu kekuasaan dipegang satu orang dan kekuasaan semata-mata untuk kepentingan pribadi.</p>
<p>Selanjutnya, yang menurut Aristoteles paling memungkinkan adalah demokrasi atau politea (polis). Ini yang juga membuat ia berbeda dengan Plato. Plato tidak memberikan alternatif lain selain bentuk yang dipimpin seorang <em>philosopher-king</em>. Politea berarti pemerintahan yang kekuasaanya dipegang rakyat banyak dan bertujuan menciptakan kesejahteraan bersama.</p>
<p>Kemudian ialah Aristokrasi: dikuasai beberapa orang dan bertujuan mencapai kesejahteraan bersama. Namun ini juga dapat menyimpang menjadi oligarki: dikuasai beberapa orang dan bertujuan bukan untuk kesejahteraan bersama. Kekuasaannya semata-mata hanya untuk kepentingan kelompok penguasa.</p>
<p>Mengenai hak milik, Aristoteles bertentangan dengan Plato. Ia “menghalalkan” hak individu. Alasannya masuk akal: untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*Disampaikan dalam diskusi hangat ‘Serial Filsafat Politik’, di Formaci (Forum Mahasiswa Ciputat) pada 25 April 2011.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanakarmin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanakarmin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanakarmin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanakarmin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulanakarmin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulanakarmin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulanakarmin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulanakarmin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanakarmin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanakarmin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanakarmin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanakarmin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanakarmin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanakarmin.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=11&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/02/01/filsafat-politik-aristoteles/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/699d9fcbbe165b272f93fa3911ef9fae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">molanakarmin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Kelas Kita</title>
		<link>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/01/31/revolusi-kelas-kita/</link>
		<comments>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/01/31/revolusi-kelas-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 06:29:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maulana Ainul Asry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanakarmin.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Judul di atas barang kali dapat memaksa mata kita untuk semakin terbuka, bersiap membaca kalimat demi kalimat ini.Tapi itulah kata-kata yang keluar dari mulut kawan kita, Hilman Faris (Hutapea), semasa kuliah Bahasa Inggris kemarin. Aku lupa sebab-sebab mengapa kata-kata itu dilontarkan begitu saja oleh si Hilman. Tapi yang jelas, mendengarnya aku langsung berpikir, &#8220;Wah, boleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=3&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul di atas barang kali dapat memaksa mata kita untuk semakin terbuka, bersiap membaca kalimat demi kalimat ini.Tapi itulah kata-kata yang keluar dari mulut kawan kita, Hilman Faris (Hutapea), semasa kuliah Bahasa Inggris kemarin. Aku lupa sebab-sebab mengapa kata-kata itu dilontarkan begitu saja oleh si Hilman. Tapi yang jelas, mendengarnya aku langsung berpikir, &#8220;Wah, boleh juga itu kalau dibuatkan kisahnya&#8221;. Ideku itu sontak langsung ku-diskusi-kan dengan Abdurrahman Abudan. Dan si Rahman pun seakan mengamini.</p>
<p>Membaca judulnya mungkin langsung terbenak di pikiran kita soal yang terjadi di Timur Tengah akhir-akhir. Ya, apalagi kalau bukan revolusi. Peristiwa yang berujung pada lengsernya penguasa diktator di kawasan sekitar Timteng. Berawal dari negara bernama Tunisia, revolusi berlangsung cukup lama. Kejadian serupa merembet ke sebelah baratnya, negeri sejuta pyramid, Mesir. Kejadian disini pun memakan waktu cukup lama, sehingga sempat menyita perhatian media-media se-kolong langit. Seakan terbius oleh 2 negara tetangga, rakyat Libya pun &#8220;ikut-ikutan&#8221;. Revolusi mereka yang sekarang masih terjadi itu bertujuan menumbangkan penguasa berbilang puluhan tahun jua. Boleh jadi tiga kejadian ini yang memotivasi pikiran si Hilman, sehingga muncungnya langsung melontarkan kejadian serupa di kelas tercintanya.</p>
<p>Berbeda dengan ketiga negara di atas, revolusi kelas kita tak memakan waktu lama, hanya 1 hari. Fenomena kericuhan pun tak terjadi di kelas kita: tak ada massa turun ke jalan, tak ada aksi-aksi &#8220;gila&#8221; para demonstran, atau bahkan tak ada darah yang bertumpahan. Semua berlangsung cukup santun, tak ada chaos sama sekali. Revolusi yang sangat sopan, dan patut ditiru. Jika kata Bung Karno &#8220;Dalam Revolusi jatuh korban itu biasa&#8221;, maka maklumat manusia biasa itu tak berlaku bagi kelas kita, kelas yang berisi separuh Indonesia, dari Aceh hingga Madura.</p>
<p>Sepertinya itu hari Selasa, sehabis menimba ilmu bersama Pak Idris Thaha, kuliah Bahasa Indonesia. Para aktivis kelas tiba-tiba berkumpul, berunding seputar suasana politik kelas. Dan singkat cerita penguasa lama pun tumbang, segera dibentuklah formatur baru yang diinisiasi aktivis ulung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanakarmin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanakarmin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanakarmin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanakarmin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulanakarmin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulanakarmin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulanakarmin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulanakarmin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanakarmin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanakarmin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanakarmin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanakarmin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanakarmin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanakarmin.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=3&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanakarmin.wordpress.com/2012/01/31/revolusi-kelas-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/699d9fcbbe165b272f93fa3911ef9fae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">molanakarmin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Menulis</title>
		<link>http://maulanakarmin.wordpress.com/2011/04/10/belajar-menulis/</link>
		<comments>http://maulanakarmin.wordpress.com/2011/04/10/belajar-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 03:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maulana Ainul Asry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanakarmin.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Study to writing dalam bahasa Inggrisnya. Hal itu barangkali yang menjadi motivasi terbesarku dalam ber-blog ria ini. Ada banyak teori tentang menulis, namun sederhananya menulis ialah kegiatan menuangkan pikiran ke dalam bahasa simbolik. Yang dimaksud bahasa simbolik bisa beragam: goresan pena di kertas, rangkaian garis di atas pasir, kumpulan titik di layar kaca, dan lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=8&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Study to writing</em> dalam bahasa Inggrisnya. Hal itu barangkali yang menjadi motivasi terbesarku dalam ber-blog ria ini. Ada banyak teori tentang menulis, namun sederhananya menulis ialah kegiatan menuangkan pikiran ke dalam bahasa simbolik. Yang dimaksud bahasa simbolik bisa beragam: goresan pena di kertas, rangkaian garis di atas pasir, kumpulan titik di layar kaca, dan lain sebagainya.</p>
<p>Sedang melalui pengalaman spiritual, menulis ialah kegiatan memahami pikiran. Maksudnya jelas, sebab setiap menulis, kita selalu berusaha mengurai apa yang ada dalam benak; mencari-cari kata yang pas dalam akal; dan pikiran terus bekerja; hingga tertuang ke dalam sebuah kata bernama &#8220;tulisan&#8221;.</p>
<p>Inti dari menulis ialah: &#8220;Jangan biarkan apa yang ada di pikiran berlalu begitu saja&#8221;.</p>
<p><strong>Sejarah Pribadi</strong></p>
<p>Sejatinya aku mulai merasa &#8220;wah&#8221; menulis sejak duduk di kelas 3 SMA. Lebih tepatnya sewaktu Ujian Tengah Semester. Ketika itu, aku merasa asyik sekali menjawab setiap soal dengan memakai bahasaku sendiri, hingga takkan cukup tulisan ini mewakili kenikmatan saat itu. Setiap soal kubaca dengan seksama, lalu aku merasa optimis menjawabnya dengan mengumbar kata-kata (walau tak pasti benar), yang pasti berbeda dengan jawaban semua teman. Saking asyiknya, hal yang dianggap gila pun terjadi: aku senyum-senyum sendiri. Pastinya setiap orang heran melihat aksi yang sering kuperani itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>not finish yet</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanakarmin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanakarmin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanakarmin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanakarmin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulanakarmin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulanakarmin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulanakarmin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulanakarmin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanakarmin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanakarmin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanakarmin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanakarmin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanakarmin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanakarmin.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=8&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanakarmin.wordpress.com/2011/04/10/belajar-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/699d9fcbbe165b272f93fa3911ef9fae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">molanakarmin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://maulanakarmin.wordpress.com/2011/04/09/hello-world/</link>
		<comments>http://maulanakarmin.wordpress.com/2011/04/09/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 15:39:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maulana Ainul Asry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanakarmin.wordpress.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post. Here are some suggestions for your first post. You can find new ideas for what to blog about by [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=1&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit <a title="Direct link to the Add New in the Admin Dashboard" href="/wp-admin/post-new.php">Add New</a> on the left (of the <a title="Direct link to this blog's admin dashboard" href="/wp-admin">admin dashboard</a>) to start a fresh post.</p>
<p><a title="Learn WordPress.com—From zero to hero." href="http://learn.wordpress.com/">Here</a> are some suggestions for your first post.</p>
<ol>
<li>You can find new ideas for what to blog about by reading <a title="The Daily Post at WordPress.com—post something every day" href="http://dailypost.wordpress.com/">the Daily Post</a>.</li>
<li>Add <a title="Click the &quot;Press This&quot; link on this page to activate the Press this bookmark feature." href="/wp-admin/tools.php">PressThis</a> to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.</li>
<li><a title="Edit the first post on this blog." href="/wp-admin/post.php?post=1&amp;action=edit">Make some changes to this page</a>, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanakarmin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanakarmin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanakarmin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanakarmin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulanakarmin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulanakarmin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulanakarmin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulanakarmin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanakarmin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanakarmin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanakarmin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanakarmin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanakarmin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanakarmin.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanakarmin.wordpress.com&amp;blog=22003591&amp;post=1&amp;subd=maulanakarmin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanakarmin.wordpress.com/2011/04/09/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/699d9fcbbe165b272f93fa3911ef9fae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">molanakarmin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
